Terlalu
mudah kau bicara. Kehidupan seperti biasanya, suasana jalan yang macet,
pengangguran kesana kemari mencari pekerjaan, ibu-ibu rumah tangga menyiapkan
sarapan, ayah berangkat bekerja, anak sekolahan pergi ke sekolah,
pengangguran yang malas asik dengan mengulur waktu dan bermalas-malasan dan
aktivitas lainnya. Pengangguran satu ini merasa bosan mencari pekerjaan, dia
memilih bersantai dan bermalas-malasan.
"Derrii.. kau harus cari pekerjaan, jika tidak mau jadi apa kamu nanti ?" pekik Ibu Deri
"Tenang
sajalah bu, rezeki setiap orang telah di tentukan" jawab pengangguran
santai
"Jika engkau terus masih disini, rezeki itu akan lari nak"
ucap Ibu Pengangguran ini pergi dengan rasa kesal mencari pekerjaan
Seluruh
kota telah dikelilingi, hasilnya penolakan semua. Ia berfikir bagaimana
pekerjaan bisa datang kepadanya dengan kemampuan yang ada pada dirinya. Letih
mencari, sang pengangguran duduk di halte pemberhentian bis. Tampak seekor
burung yang cantik dengan selembar kertas yang diikat di kaki nya. Isi kertas
:
"Deri, berusahalah kau nak, ingat konsep yang kuberikan. Konsep
fisika secara matematis , yaitu W = F.s . W adalah usaha , yakinilah semua usahamu
takkan sia-sia belajarlah dari pengalaman , nak. F adalah gaya , berikan gaya
dalam kehidupanmu , bukan alur yang datar untuk kau tampilkan , buatlah sesuatu
yang berbeda , selalu membawamu lebih berarti . S adalah jarak perpindahan ,
jangan satu tempat yang engkau pilih untuk tempat engkau berkerja , semua
tempat sama , ingat pesanku ini"
"Terlalu mudah engkau bicara ,
hanya selembar kertas saja kau berani menceramahiku " ucap pengangguran
itu sombong
Seseorang melemparkan botol plastik ke arah pengangguran itu ,
botol itu berisi kertas . Di badan botol tertulis "BUKALAH!"
Isi
pesan botol : "COBALAH IKUT SYARATKU , ENGKAU BERHASIL JANGAN LUPA
DENGANKU.. salam manis Burung Kecil"
"Kertas-kertas ini menguji ku.
Yap , aku coba itu " ucap pengangguran itu.
Pengangguran itu melamar
pekerjaan ke tempat yang paling ia benci , percetakan koran . Dia mendapatkan
posisi yang tidak bayangkan , sebagai wartawan yang hilir mudik mencari berita
(usaha) . Memberikan berita dengan sajian menarik merubah pola hidup sebagai
orang dewasa yang tak memikirkan rasa lelah di badan (gaya) . Mendapat berbagai
penghargaan , dengan ke uletan dia , dan cakap nya dia mencari berita dengan
anggota tubuh yang lengkap ( perpindahan jarak ).
Gelar - gelar mulai iya
sandang, langkah-langkah cermat yang ada pada dirinya di tuangkan pada
pekerjaan. Sang pengangguran kini telah berubah menjadi sang pegawai . Pesan
burung tak di lupakan , nasihat kecil yang di remehkan menjadi rasa malu
tersendiri bagi dirinya. Nasihat , ilmu , dan pengalaman datang dari berbagai
penjuru.
By : Tia Hanna Diniasti - SMP Islam Terpadu Nurul Ilmi Kota Jambi
bagus sekali, lanjutin dong
BalasHapuskalau bisa hubungi penulisnya, untuk buat cerpen lainnya. saya suka sekali dengan bahasa yang dibawakan oleh Tia...
BalasHapus