Ehm ehm…
mau berbagi cerita nih..
sekalian ikutan sayembara MOTIFISIKA..
bahasanya keren amat “Sayembara”.. hakhakhak..
mau berbagi cerita nih..
sekalian ikutan sayembara MOTIFISIKA..
bahasanya keren amat “Sayembara”.. hakhakhak..
Cerita ini saya ambil dari pengalaman pribadi saya.
sekitar beberapa malam yang lalu, ada acara kumpulan warga satu RT di rumah. Ngapain coba? rupanya mereka lagi bahas mengenai maraknya kemalingan di daerah saya. Pak RT pun datang berkunjung. Tapi sialnya, rupanya malam ini judul kumpulannya adalah “sidang pak RT”. Para warga pada komplen sama kepemimpinan pak RT yang sekarang. Gimana mau gak komplen, ni RT sukanya ngurusin urusan pribadinya, warganya di telantarin. Sekali udah ada kejadian kemalingan baru kalang kabut dianya.
#ampuunn_daaah..@_@
Kalau zaman
RT yang dulu-dulu, RT nya pada aktif, mereka bikin jadwal ronda warga supaya keadaan
kampung aman dan tentram, selain itu mereka juga punya inisiatif bikin bendera RT yang
dananya dari iuran warga per bulannya. Terus mereka juga ngadain lomba tujuh belasan setiap
HUT RI, nah RT yang satu ini adalah satu-satunya yang transparan mengenai dana iuran
RT per bulan. Bahkan pada saat kepemimpinan ni RT gak ada kegiatan apa-apa. Vakum. #heeemmm..maunya apa coba ? >_<
Dari
situ saya baru tau kalau jadi RT tu susah juga. Mesti proaktif sama warganya.
Harus deket sama warganya, nanya-nanya tentang lingkungan, pendapat warga juga harus di
tampung, selain itu RT
juga harus aktif laporan ke kelurahan bahkan kalau bisa juga sering lapor ke tingkat kabupaten.. hakhakhak..
Ribetnyaaaa. ^_^ dan yang paling penting RT tu kadang-kadang juga sering nomboki uang kas warga yang
kurang. Apa lagi itu. yaa ampun. enak sekalian jadi presiden mah. Tugasnya BeTi (beda tipis),
Cuma kalau presiden sering masuk TV. Hakhakhakhak ^0^
Intinya dari paparan
di atas bukan hal yang mudah jika kita dinilai oleh orang-orang
di sekeliling kita. Mereka punya hak untuk menilai kita.Terkadang hal yang baik belum tentu mendapatkan apresiasi
yang baik, tapi hal yang buruk itu yang selalu di ingat-ingat bahkan itu yang
membuat kita selalu di perolok-olok. Semua itu tergantung usaha kita. Ketika kita berani muncul
di muka umum, itu berarti sama halnya kita berani menceburkan diri di lautan yang
penuh dengan ikan hiu. Lumayan kalau kita langsung ditelen habis, kalau kita Cuma dimakan kakinya, terus kita sekarat. Astaga, ngeri bayanginnya. >_<
Saya
paling kagum dengan orang yang dinilai apapun dengan lingkungannya tapi dia tetap eksis
di muka umum. PD banget.. jempol saya goyang-goyang kalau ketemu orang kayak gitu.
Nah,
apa hubungannya dengan fisika nih ????? >_<
Tunggu duluuu,
belum selesai ni.
Kembali ke topiknya.
cerita singkat yang saya paparin di atas ada kaitannya dengan hukum fisika mengenai usaha. Dari dulu sampe sekarang rumusnya belum berubah, tetep :
cerita singkat yang saya paparin di atas ada kaitannya dengan hukum fisika mengenai usaha. Dari dulu sampe sekarang rumusnya belum berubah, tetep :
W = F x
s
W =
usaha (N.m)
F = gaya (N)
s = jarak (m)
F = gaya (N)
s = jarak (m)
Dimana usaha seseorang tergantung dengan seberapa besar mereka mampu menunjukkan seberapa jauh perubahan
yang telah mereka perbuat. Secara garis besarnya usaha dan berusaha disini saling berkaitan, dimana berusaha berarti sedang melakukan usaha, yaitu dengan melakukan aksi terhadap apa saja
yang diinginkan terjadi perubahan olehnya.
Nah,
karena tadi yang kita bahas mengenai Ketua RT, maka mari kita kaitkan hubungan antara usaha dan kepemimpinan jabatan seseorang. Sebagai seorang pemimpin tentunya mereka mempunyai beberapa kontribusi
yang akan dilaksanakannya pada periode selama beliau menduduki jabatannya.
Selama jabatan itu mereka harus memberikan perubahan secara nyata dengan usaha-usaha yang
mereka lakukan. Tidak perlu perubahan yang besar, yang penting di masa kepemimpinannya harus jauh lebih baik dibandingkan kepemimpinan
yang terdahulu.
Jadi, hidup itu audisi, kita harus melakukan hal yang sebaik-baiknya di setiap harinya. Karena warga dunia dan Allah SWT lah sang juri kita, mereka akan menilai apa saja yang kita lakukan. lakukanlah dengan baik dan berusahalah dengan baik pula.
Oleh :Suriyani-Universitas Jambi
Komentar
Posting Komentar