Akhir-akhir
ini, banyak sekali baleho-baleho para calon pemimpin yang akan bertarung di
pemilu mendatang. Mereka mempromosikan diri mereka dengan penuh kreativitas dan
inovasi. Ada baleho berupa ucapan selamat hari raya, selamat tahun baru,
selamat atas terpilihnya seseorang, selamat atas prestasi yang diperoleh oleh
seseorang, dan sebagainya. Bahkan ada pula yang mendadak bergaya layaknya sang
ustadz/ustadzah. Hal yang harus digarisbawahi adalah tidak semua pemimpin yang
beragama menjalankan amanah sesuai dengan tuntunan agama. Jangan mudah percaya
dengan para calon pemimpin yang mendadak bergaya alim. Oleh karena itu, kita
sebagai rakyat biasa hendaknya jangan sampai menjadi korban pembodohan. Ingat,
yang harus dinomorsatukan adalah kualitasnya, bukan hanya penampilannya. Baik
itu kualitas ilmunya, maupun kualitas agamanya.
Kita
mengenal pemimpin islam bernama Sultan Muhammad Al-fatih yang berhasil
menaklukkan kota Konstatinopel. Konon, kota konstatinopel adalah kota terkuat
di dunia pada saat itu. Muhammad Al-fatih adalah pemimpin yang memiliki
kualitas ilmu dan kualitas agama yang seimbang. Salah satu kualitas ilmunya
adalah pada usia 20 tahun ia telah menguasai 7 bahasa asing. Sedangkan kualitas
agamanya, Muhammad Al-fatih semenjak aqil baligh hingga wafatnya tidak pernah
meninggalkan sholat wajib, dan selalu menjalankan sholat rawatib dan puasa
sunnah. Bahkan ketika perang pun, beliau menyuruh pasukannya untuk berpuasa,
tilawah, dan sholat malam agar mendapatkan pertolongan Allah swt. Sehingga,
wajar saja Rasulullah bersabda “Konstatinopel
akan ditaklukkan oleh islam. Pemimpinnya adalah sebaik-baiknya pemimpin, dan
pasukannya adalah sebaik-baiknya pasukan” (H.R Ahmad). Setelah
konstatinopel dikuasai, ia pun menjalankan pemerintahan sesuai dengan syariat
agama islam. Al-fatih Memberikan kebebasan pada agama apapun untuk menjalankan
aktivitasnya, adil kepada siapapun, mendirikan bangunan-bangunan yang megah, meningkatkan
mutu pendidikan, dan sebagainya.
Saat ini,
saya, anda, dan kita semua tentu merindukan pemimpin yang benar-benar
menjalankan syariat agama, bukan hanya pemimpin yang beragama. Bedanya,
pemimpin yang beragama adalah pemimpin yang memiliki agama saja tetapi tidak
menjalankan kepemimpinan sesuai dengan syariat agama. Sedangkan pemimpin yang
menjalankan syariat agama adalah pemimpin yang menjalankan kepemimpinan dalam
rangka beramar makruf dan nahi mungkar (Mengajak kepada kebaikan dan mencegah
kepada keburukan). Pemimpin yang menjalankan syariat agama bukanlah pemimpin
yang memaksa rakyatnya untuk masuk ke agama-nya, bukan pula pemimpin yang
setiap harinya kemana-mana menggunakan serban dan peci putih, tapi pemimpin
yang menjalankan syariat agama adalah pemimpin yang benar-benar menjadikan
amanah yang sedang diembannya dalam rangka membawa rakyatnya ke arah yang lebih
baik. Ia menjalankan amanah bukan saja ketika dilihat oleh rakyat saja, tapi ia
percaya bahwa Allah swt selalu mengawasi gerak-geriknya, sehingga ia akan terus
berinovasi untuk mensejahterakan rakyatnya.
Semua orang
tentu menginginkan pemimpin yang berkualitas, tegas, amanah, adil, bertanggung
jawab, cerdas, dan penuh inovasi. Itulah sebabnya banyak para calon pemimpin
yang membuat jargon-jargon yang mengarah kesana. Pertanyaan selanjutnya adalah
apakah jargon tersebut benar-benar berkorelasi dengan kemampuan calon pemimpin
tersebut? Ataukah jargon itu hanya bersifat penarik massa saja? Sebagai rakyat
biasa yang dalam hal ini akan menjadi objek yang akan “diatur” oleh pemimpin
yang akan dipilih nantinya, tentu kita tidak ingin diatur oleh pemimpin yang
tidak berkualitas. Oleh karena itu, kita hendaknya benar-benar mengenal para
calon pemimpin yang akan dipilih.
Salah satu
kelebihan manusia adalah memiliki akal yang dapat digunakan untuk memikirkan
hal-hal baru. “Kami lebihkan mereka
dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”
(Q.s Al-isra’ : 70). Sehingga dengan hal baru inilah nantinya akan dapat
mempermudah urusan-urusan manusia. Di zaman
modern ini, disamping pemimpin yang memiliki kualitas ilmu dan pemimpin yang
benar-benar menjalankan syariat agama, kita juga membutuhkan pemimpin yang
penuh dengan inovasi. Rakyat jenuh dengan pemimpin yang monoton, birokratis,
protokoler, dan kaku. Rakyat membutuhkan pemimpin yang mampu membawa perubahan
dengan ide-ide baru. Memiliki visi yang jelas dan bukan hanya memberikan
bantuan-bantuan saja, namun juga pemimpin yang berani berinovasi untuk
menciptakan suatu program yang dapat menggiring rakyat menjadi SDM yang
berkualitas dan sejahtera. Inilah pemimpin yang benar-benar menjalankan syariat
agama. Ia tau bahwa pertanggungjawaban atas kepemimpinannya bukan hanya kepada
rakyat, tetapi juga kepada Allah swt.
Ironisnya,
banyak orang yang berpendapat bahwa agama dan politik tidak bisa dicampur
adukkan. Mungkin ini adalah pendapat orang yang tidak setuju apabila agama
dijadikan alat untuk mendapatkan hal-hal yang negatif. Tapi, sejatinya agama
dapat diterapkan dimana saja. Jika ada yang beranggapan bahwa agama cukup
diterapkan dalam hal akhirat saja, berarti agama sifatnya khusus, bukan
universal. Sedangkan agama sifatnya adalah universal. Agama bukan hanya
ceramah, puasa, sholat, dan ngaji saja, tetapi agama juga berperan dalam hal urusan
hukum, pertanian, politik, kepemimpinan, sains, dan lain-lain.
Agama
ibarat kompas. Jika ingin selamat ke tujuan, maka seorang petualang harus
mengikuti arah jarum kompas. Jika ingin menjadi pemimpin yang menginspirasi,
maka seorang pemimpin harus mengikuti perintah sang maha pencipta. Allah memerintahkan
pemimpin untuk berlaku adil, amanah, selalu berbuat kebaikan, jujur, berani
mengatakan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar, bertanggung
jawab, berinovasi, tidak korupsi, dan sebagainya. Jadi, sebagai seorang
pemimpin yang benar-benar mengikuti syariat agama, tentunya akan taat kepada
perintah agama. Sehingga, apabila seorang pemimpin benar-benar menjalankan
syariat agama, pasti tidak perlu lagi ada orang yang mengawasi kinerjanya.
Sebab, ia percaya bahwa Allah swt selalu mengawasi kinerjanya. Inilah pemimpin
yang benar-benar menjalankan agama, bukan hanya pemimpin yang beragama.
Semoga terinspirasi,,
^_^
#Motifisika

Komentar
Posting Komentar