Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Gurunya Generasi Z | Oleh : Wasril Tanjung, S.Pd

Kids zaman now adalah mereka yang tergolong pada kelompok generasi Z.  Generasi Z  sering juga disebut dengan generasi digital. Mereka adalah pengguna aktif teknologi digital. Mereka aktif di dunia maya dan waktu bermainnya lebih sering bersama gawai (gadget/HP/android). Mereka mengetahui banyak hal tentang program-program yang terdapat di laptop/komputer dan pandai mengoperasikannya. Dalam pemanfaatan teknologi, gurunya bahkan kalah saing dengan siswanya. Inilah tantangan gurunya generasi Z. 

Pemuda Bermental "Driver Nation" | Oleh : Wasril Tanjung, S.Pd

Pemuda Bermental "Driver Nation"   Pemuda bermental driver adalah mereka yang memilih untuk menggerakkan dan membawa orang lain untuk mencapai tujuan. Bedanya, kalo pemuda bermental passenger adalah mereka yang memilih untuk duduk diam saja mengikuti alur yang dibawa oleh driver . Mereka bisa tenang-tenang saja, sementara pemuda driver menghadapi banyak resiko kehidupan. Dalam perjalanannya, pemuda bermental driver selalu memikirkan strategi agar passenger selamat sampai tujuan. Mereka tidak boleh ngantuk ataupun tidur, sementara passenger boleh santai dan tidur-tiduran. Jadi,  driver nation adalah mereka yang berpartisipasi aktif dalam menghadirkan kebaikan dan perubahan besar dalam kehidupan ini.

Pendidikan Bukan Sekedar Untuk Melatih Ingatan, Tetapi Kemampuan Berfikir | Oleh : Wasril Tanjung, S.Pd

Manusia merupakan satu-satunya makhluk ciptaan Allah swt yang dianugerahi kemampuan untuk berfikir. Saat kecil, otak kita belum mengetahui banyak hal. Lalu di perjalanan mengarungi kehidupan, kita pun mengamati hal-hal baru di sekitar kita yang akhirnya lama-kelamaan otak kita pun menampung banyak informasi yang akhirnya memicu kita untuk menelaah lebih jauh agar dapat mengetahui hal-hal baru lainnya. Di saat itulah kualitas otak kita semakin meningkat dan kemampuan berfikir semakin berkualitas. Sebagai dampaknya, kita pun cenderung akan melakukan hal-hal yang besar untuk mencapai kehidupan yang layak berdasarkan kualitas pemikiran kita. 

Belajar untuk Mengajarkan | Oleh : Wasril Tanjung, S.Pd

Jawaban yang seringkali kita dengar atas pertanyaan "Apa sih tujuan kita belajar?" adalah agar kita menjadi pintar. Namun, sebenarnya tujuan yang lebih mulia dari sekedar menjadi pintar adalah ingin melakukan perubahan dalam kehidupan ini. Salah satu wujud perubahan yang dapat dilakukan setelah belajar adalah mengajarkan kepada sebanyak-banyaknya orang atas ilmu-ilmu yang telah kita dapati. Mengajarkan ilmu yang telah didapatkan kepada orang lain hanyalah salah satu aktivitas setelah belajar. Cara lain yang dapat dilakukan setelah belajar adalah melakukan inovasi untuk kehidupan ini. Namun, jika hanya berinovasi tanpa ada aktivitas mengajarkan kepada orang lain atas apa yang telah dilakukan, maka regenerasi inovator akan terhenti. Kita tidak akan bisa lagi menemukan inovator-inovator lainnya. Namun jika kita mengajarkan kepada orang lain, maka akan bermunculan para inovator lainnya.

Politisi Muda Hadirkan Inovasi Baru | Oleh : Wasril Tanjung, S.Pd

GenZ.id - Sejarah membuktikan bahwa para pemuda telah banyak memberikan perubahan pada bangsa.  Diproklamirkannya kemerdekaan republik indonesia oleh bung karno merupakan salah satu desakan yang diajukan oleh para pemuda. Dimana pada saat itu generasi tua masih merasa bahwa belum waktunya Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, sementara anak muda yang jiwanya begitu berani dan membara mendesak generasi tua untuk bersegera memproklamirkan kemerdekaan.  Karena keragu-raguan yang diperlihatkan oleh orang tua, akhirnya terjadilah peristiwa "penculikan" soekarno oleh anak muda agar ia tetap memproklamirkan kemerdekaan negara Indonesia. Karena terus didesak oleh anak muda, akhirnya bung karno pun setuju untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Pada waktu lain, di saat negeri ini tengah diambang kehancuran, para pejabat negara merajalela melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme, harga barang di pasar meningkat, nilai rupiah anjlok, rakyat miskin semakin menjerit, lalu ak...