Langsung ke konten utama

Pendidikan Bukan Sekedar Untuk Melatih Ingatan, Tetapi Kemampuan Berfikir | Oleh : Wasril Tanjung, S.Pd



Manusia merupakan satu-satunya makhluk ciptaan Allah swt yang dianugerahi kemampuan untuk berfikir. Saat kecil, otak kita belum mengetahui banyak hal. Lalu di perjalanan mengarungi kehidupan, kita pun mengamati hal-hal baru di sekitar kita yang akhirnya lama-kelamaan otak kita pun menampung banyak informasi yang akhirnya memicu kita untuk menelaah lebih jauh agar dapat mengetahui hal-hal baru lainnya. Di saat itulah kualitas otak kita semakin meningkat dan kemampuan berfikir semakin berkualitas. Sebagai dampaknya, kita pun cenderung akan melakukan hal-hal yang besar untuk mencapai kehidupan yang layak berdasarkan kualitas pemikiran kita. 

Agar pemikiran kita semakin berkualitas, kita harus mengikuti proses pendidikan. Pendidikan merupakan upaya untuk menghadirkan manusia yang mampu membimbing dirinya agar dapat hidup layak dan dapat memiliki kebermanfaatan bagi orang lain. Untuk dapat mewujudkannya maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan kemampuan berfikirnya agar memiliki pengetahuan yang tinggi dan melatih mentalnya agar berani dan terampil menjalani kehidupan untuk mencapai kehidupan yang layak.

Sayangnya, alur pendidikan kita ternyata dalam prakteknya belum sesuai dengan hasil yang diharapkan. Input yang diberikan tidak sesuai dengan output yang diinginkan. Hal ini disebabkan karena adanya kesalahan dalam memproses input. Proses pendidikan kita lebih menjurus pada kegiatan memindahkan isi buku ke dalam otak siswa, lalu siswa menuangkan isi otaknya kedalam kertas ujian, yang banyak ingatannya akan mendapatkan nilai yang lebih tinggi, sedangkan siswa yang otaknya lebih sedikit mengingat isi buku akan dicap sebagai orang bodoh. Kegiatan ini menurut saya bukanlah upaya untuk melatih meningkatkan kemampuan berfikir kreatif, tetapi kegiatan untuk mengetes ingatan siswa.

Oleh karena itu, melalui tulisan ini saya ingin menyadarkan diri saya sendiri dan para pembaca untuk mengubah cara berfikir kita dalam memperlakukan pendidikan. Kita buat suasana di kelas bukanlah sekedar untuk mencetak para pengingat isi buku, tetapi lebih daripada itu yakni untuk menghadirkan para pemikir kreatif, problem solver, inisiator, dan para pakar analisis. Karena dari mereka lah nantinya akan hadir gagasan dan inovasi baru dalam kehidupan ini.

Wasril Tanjung, S.Pd
Calon Anggota DPRD Kota Jambi
Dapil Kecamatan Alam Barajo
Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Komentar