Hukum I Newton atau Hukum
Kelembaman bisa membuat kita lebih mengerti apa yang akan kita ambil untuk masa
depan dari sebuah Hukum yang tidak akan berpengaruh apa-apa tanpa kita berpikir.
Maka berpikirlah Karena Allah SWT. mencintai orang yang berpikir. Berpikirlah
untuk setiap momen yang kita temui.
Hukum kelembaman adalah yang
terjadi pada benda yang cenderung mempertahankan posisinya atau dengan kata
lain sifat kemalasan benda untuk mengubah kedudukannya. Dipengaruhi oleh massa
benda, bila massa benda berat benda akan lebih sukar bergerak.
Banyak orang yang tidak mengerti
bagaimana hidupnya akan berjalan kedepan. Karena setiap mereka memulai melangkah
maka usaha mereka itu gagal. Bahkan tidak sedikit dari mereka berhenti untuk
memulai dan hanya mengikuti langkah seperti ikan yang mengikuti air mengalir,
maka ikan itu seperti mati. Mereka tidak menyadari bahwa pemenang itu telah
jatuh barkali-kali baru ia bisa menjadi pemenang.
Yang sangat kritisnya, bahkan
mereka sudah nyaman dengan kehidupan mereka yang biasa saja tanpa ada jalan
yang berliku dan bukit-bukit terjal, tanpa ada pelangi dibalik badai.
Seharusnya mereka keluar dan melihat dunia luar sebab diluar ada sesuatu yang
belum mereka dapatkan, tapi mereka sudah takut untuk keluar karena mereka
beranggapan bahwa di dunia luar banyak binatang buas yang akan memakan mereka
dan melenyapkan kehidupna mereka yang saat ini mereka jalani dan di luar sana
adalah daerah yang gersang tanpa kehidupan yang dapat dinegoisasi.
Dalam sebuah forum saya
mendengar sebuah kata-kata, “biar mereka menjadi bunga mawar, bunga melati yang
beremkaran indah. Dan kita hanya bunga kaktus yang bisa dikatakan bukan bunga
karena hanya batang yang berduri, tapi tahukah hanya kaktus yang bisa hidup di
gurun pasir yang panas kerontang”.
Bila kita telah keluar dari zona
kenyamanan maka kita akan memaksakan diri untuk bisa bertahan hidup di daerah
yang belum kita kenal dan mungkin itu memakan proses yang cukup lama. Karena
mencapai sesuatu butuh pengorbanan dan ketekunan.
Sebelum kita keluar untuk
menjemput masa depan, yang pertama kita harus sadar akan kenyataan, jangan
menunda-nunda pekerjaan yang harus segera kita selesaikan. Kita tahu bahwa kita
tidak mampu untuk memulai sendiri sebuah proses kedepan maka kita membutuhkan
orang yang bisa menjadi mentor atau pendorong kita untuk tetap bersemangat.
Dalam hal ini kita membutuhkan
gaya untuk menggerakkan benda yang diam, maka kita butuh bantuan untuk
bergerak.
Jika ada seorang yang sukses
menuliskan kesuksesan besar yang selama 15 tahun ia lakukan dalam sebuah buku
yang dijual dengan harga Rp. 45.000; kemudian kita membacanya maka kita bisa mengambil
manfaat dari buku itu hanya dengan waktu yang singkat, dan itu bisa membuat kita
lebih termotivasi untuk berubah dan bergerak. Maka seorang yang berpengalam bisa mendorong kita untuk lebih termotivasi
melakukan yang lebih membuat keberhasilan kita cepat tercapai.
Hukum newton 1 atau bisa disebut
hukum kelembaman dengan kata lain sifat kemalasan benda untuk mengubah
posisinya. Dengan kebiasaan hidup yang telah berlangsung lama dalam hidup kita
tak akan mudah kita untuk mengubahnya, karena kita telah nyaman dengan
hari-hari yang seperti itu. Kita membutuhkan usaha yang besar untuk mengubah waktu
yang berlahan-lahan namun pasti untuk mengubahnya sempurna seperti target yang
telah kita buat.
Dalam sebuah contoh, saya pernah
melihat selembar kertas yang diatasnya diletakkan sebotol minuman, saat kita
menarik kertas itu dengan kekuatan dan kecepatan yang besar maka benda itu
tidak akan berubah tempat. Namun bila kita menarik kertas itu secara
berlahan-lahan maka kita akan melihat proses botol minuman yang bergerak
mengikuti gerak kertas yang kita tarik. Bisa kita terapkan dalam
mengubah kebiasaan buruk kita untuk menjadi kebiasaan yang lebih tertata.
Ingat dorongan itu bukan hanya
dari orang yang sangat berpangaruh untuk kita, namun dorongan (gaya) yang
abadinya berasal dari dalam diri kita yang dalam. Karena didalam jiwa kita yang
terdalam, terdapat suatu kekuatan Yang Maha Tinggi, yang merupakan sumber dari
segala sumber energy. Kekuatan ini tidak pernah tidur dan dapat diakses 24 jam.
Massa benda juga berpengaruh
pada hukum Kelembaman. Bila massa benda berat akan mempersulit benda itu bergerak
dan butuh gaya yang lebih besar untuk menggerakkannya. Dalam diri kita ada sifat
ego. Sifat itu bisa membuat kita sulit untuk menerima pendapat orang lain.
Karena sifat egois yang terlalu besar bisa membuat kita tidak terbuka pada apa
yang seharusnya kita lakukan.
Massa bisa di samakan dengan
sifat egois. Terkadang kita teguh pada pendirian kita yang salah dan kita
sulit untuk menerima pendapat dari orang yang lebih memahami permasalahan kita.
Dalam mencapai sesuatu
kesuksesan yang besar kita harus bersikap tawadhu, Al- Fudhail ditanyai orang
tentang arti tawadhu, ia menjawab,”Kita tunduk pada kebenaran, meskipun
kebenaran itu disampaikan anak kecil atau yang tidak pandai”. Dari itu kita
harus lebih bisa terbuka bila yang disampaikan orang itu adalah suatu yang
lebih benar.
Benda yang diam kemudian
bergerak karena adanya gaya yang bekerja pada benda itu. Dan pastinya ada gaya
gesekan pula yang terjadi di antara benda dan lantai. Itu yang disebut ujian
atau halangan.
Dalam sebuah perjalanan pasti jalan
itu ada yang rusak penuh dengan krikil tajam, ada yang berkelok-kelok, ada yang
naik turun perbukitan. Itu semua sudah menjadi takdir dalam setiap perjalanan
bila tidak ada semua itu maka kita tidak akan merasakan manisnya buah.
Ingatlah untuk selalu berprasangka
baik dalam setiap melewati jalan itu. Berprasangka baik pada yang telah
mengatur semua ini.
Hukum pikiran mengatakan,
pikiran bawah sadar bereakri terhadap pikiran yang dominan dan sugesti yang
disampaikan oleh pikiran sadar. Di dalam kebencian, terkandung suatu pikiran
atau maksud kita yang tersembunyi. Dan jika maksud tersembunyi ini pikiran
sadar kita maka bawah sadar kita akan merealisasikan maksud terssembunyi ini,
karena inilah yang dominan, yang memenuhi pikiran kita sehari-hari.
Di saat kita terjatuh maka
ingatlah bahwa ini hanya belokan bukan jalan buntu. Maka bangunlah dan katakan
pada dunia,” Aku siap!”.
By :
NORMAYANTI - Universitas Jambi
Komentar
Posting Komentar