Langsung ke konten utama

Pesan Burung Kecil


Terlalu mudah kau bicara. Kehidupan seperti biasanya, suasana jalan yang macet, pengangguran kesana kemari mencari pekerjaan, ibu-ibu rumah tangga menyiapkan sarapan, ayah berangkat bekerja, anak sekolahan pergi ke sekolah, pengangguran yang malas asik dengan mengulur waktu dan bermalas-malasan dan aktivitas lainnya. Pengangguran satu ini merasa bosan mencari pekerjaan, dia memilih bersantai dan bermalas-malasan. 

"Derrii.. kau harus cari pekerjaan, jika tidak mau jadi apa kamu nanti ?" pekik Ibu Deri

"Tenang sajalah bu, rezeki setiap orang telah di tentukan" jawab pengangguran santai

"Jika engkau terus masih disini, rezeki itu akan lari nak" ucap Ibu Pengangguran ini pergi dengan rasa kesal mencari pekerjaan

Seluruh kota telah dikelilingi, hasilnya penolakan semua. Ia berfikir bagaimana pekerjaan bisa datang kepadanya dengan kemampuan yang ada pada dirinya. Letih mencari, sang pengangguran duduk di halte pemberhentian bis. Tampak seekor burung yang cantik dengan selembar kertas yang diikat di kaki nya. Isi kertas : 

"Deri, berusahalah kau nak, ingat konsep yang kuberikan. Konsep fisika secara matematis , yaitu W = F.s . W adalah usaha , yakinilah semua usahamu takkan sia-sia belajarlah dari pengalaman , nak. F adalah gaya , berikan gaya dalam kehidupanmu , bukan alur yang datar untuk kau tampilkan , buatlah sesuatu yang berbeda , selalu membawamu lebih berarti . S adalah jarak perpindahan , jangan satu tempat yang engkau pilih untuk tempat engkau berkerja , semua tempat sama , ingat pesanku ini" 

"Terlalu mudah engkau bicara , hanya selembar kertas saja kau berani menceramahiku " ucap pengangguran itu sombong 

Seseorang melemparkan botol plastik ke arah pengangguran itu , botol itu berisi kertas . Di badan botol tertulis "BUKALAH!" 

Isi pesan botol : "COBALAH IKUT SYARATKU , ENGKAU BERHASIL JANGAN LUPA DENGANKU.. salam manis Burung Kecil" 

"Kertas-kertas ini menguji ku. Yap , aku coba itu " ucap pengangguran itu. 

Pengangguran itu melamar pekerjaan ke tempat yang paling ia benci , percetakan koran . Dia mendapatkan posisi yang tidak bayangkan , sebagai wartawan yang hilir mudik mencari berita (usaha) . Memberikan berita dengan sajian menarik merubah pola hidup sebagai orang dewasa yang tak memikirkan rasa lelah di badan (gaya) . Mendapat berbagai penghargaan , dengan ke uletan dia , dan cakap nya dia mencari berita dengan anggota tubuh yang lengkap ( perpindahan jarak ). 

Gelar - gelar mulai iya sandang, langkah-langkah cermat yang ada pada dirinya di tuangkan pada pekerjaan. Sang pengangguran kini telah berubah menjadi sang pegawai . Pesan burung tak di lupakan , nasihat kecil yang di remehkan menjadi rasa malu tersendiri bagi dirinya. Nasihat , ilmu , dan pengalaman datang dari berbagai penjuru.

By : Tia Hanna Diniasti - SMP Islam Terpadu Nurul Ilmi Kota Jambi

Komentar

  1. kalau bisa hubungi penulisnya, untuk buat cerpen lainnya. saya suka sekali dengan bahasa yang dibawakan oleh Tia...

    BalasHapus

Posting Komentar