Langsung ke konten utama

Inilah Alasan Mengapa Mahasiswa "kupu-kupu" Dikatakan Sangat Merugi

Menurut hukum I Newton, setiap benda akan tetap diam atau hanya bergerak dengan kecepatan yang tetap apabila tidak ada gaya yang bekerja padanya. Hukum ini sebenarnya tidak hanya diterapkan untuk mengerjakan soal fisika saja. Namun, dapat digunakan untuk memperkirakan kehidupan ini. Karena fisika adalah ilmu alam yang pasti. Dengan kata lain, kejadian yang akan terjadi di masa mendatang dapat diperkirakan dengan menggunakan rumus fisika. Begitu pula dengan hukum I Newton ini. Disebutkan bahwa setiap benda pasti tidak akan bergerak apabila tidak anda dorong ataupun anda tarik. Setiap benda pasti akan bergerak dengan kecepatan yang tetaaapp saja apabila tidak didorong atau ditarik. Hal ini cukup menarik perhatian saya. Oleh karena itu, pada tulisan ini saya akan mengupas mengenai sosok pribadi yang merugi karena tindakan yang telah ia lakukan selama ini. Apakah anda adalah pribadi yang hanya diam saja? ataukah anda adalah pribadi yang aktif melakukan sesuatu agar kehidupan anda mengalami percepatan (Perubahan kecepatan)?

Pada umumnya, orang yang aktif disebut Aktivis sedangkan orang yang pasif disebut pengikut. Para aktivis gencar menciptakan kesempatan sedangkan para pengikut gencar menunggu kesempatan. Contoh kecilnya saja adalah mahasiswa yang sedang menempuh perkuliahan. Para aktivis pasti dikenal oleh banyak mahasiswa ataupun dosen. Sedangkan para pengikut, ia tidak menonjol di mata dosen dan mahasiswa lainnya. mari kita renungi sejenak, jika anda memiliki teman yang sangat aktif dengan berbagai kegiatan seperti berorganisasi, Mentoring (belajar agama), berwirausaha, dsb pasti anda akan mencap dirinya sebagai orang yang hebat, meskipun nilainya pada saat kuliah tidak terlalu tinggi. Betul kan???

Pada saat ini, banyak sekali orang yang telah dibodohi dengan hal-hal yang sebenarnya dapat menguburkan potensi yang dimilikinya. Sungguh konyol sekali rasanya jika anda menguburkan potensi yang anda miliki. Padahal islam telah mengatakan bahwa “Jadilah pribadi yang padat karya!”. Namun yang saya temui selama ini, teman-teman saya banyak yang bersifat pasif dengan kegiatan ekstrakurikuler kampus. Hanya sedikit yang bersifat aktif mengikuti pelatihan, seminar, talkshow, dsb. Hanya sedikit sekali yang mau berorganisasi atau berwirausaha. Dengan alasan, “TAKUT NILAI KULIAH ANJLOK…” atau “TAKUT MENGGANGGU PERKULIAHAN”. Iya sih.. tapi tidak mutlak 100 % mengganggu. Sebab, tidak sedikit mahasiswa yang aktif namun nilainya tetap Cumloude (IPK diatas 3.75). Padahal, kegiatan tersebut dapat menjadikan dirinya melesat dengan kecepatan yang tinggi sehingga menghasilkan suatu percepatan dalam mencapai kesuksesan.

Nah, lalu timbul pertanyaan untuk mahasiswa yang tidak aktif atau mahasiswa yang hanya fokus mengejar ilmu di jurusan yang sedang ia geluti pada perkuliahan. “Jika anda tidak menjadi sukses karena gelar yang sedang anda kejar saat ini gimana?” Menganggur dan galau lalu bilang waaaaw gitu??? -,-"

Kalo mahasiswa yang dulunya aktif di berbagai kegiatan, pasti dia akan menjawab saya akan mencapai kesuksesan di bidang lain yang kebetulan saya pernah menggelutinya semasa kuliah. Bagi mahasiswa yang pasif, dia hanya menguasai di satu bidang saja. Yaitu bidang jurusannya ketika kuliah. Jadi, pasti ia akan mengalami galauisasi.. Ingat.. Mario Teguh dulunya ketika kuliah bukanlah dari jurusan Motivator, namun sekarang dia adalah motivator Nomor satu di Indonesia. Padahal, dia dari jurusan arsitek. Nah, Anda gimana?

Pembaca sekalian,. Saya ingin memaparkan data yang dapat membuka pola pikir anda sekalian bahwa mahasiswa yang pasif “sangat-sangat” rugi. Kalo kata Rektor Universitas Jambi tu “Kita adalah Ilmuwan, oleh karena itu kita harus memiliki data”. Yapp… ini datanya:

1. Setiap tahun mahasiswa UNJA membayar SPP Rp.700.000/semester. Kalo dia lulus di UNJA 10 semester, berarti dia telah mengeluarkan dana sebesar Rp.7.000.000
Bagi mahasiswa yang aktif di organisasi, dia akan balik modal.. koq gitu?

Yapp… setiap mau mengadakan acara, pasti kita mengajukan proposal pengajuan dana ke UNJA. 1 kali acara dicairkan minimal 5 juta. Bahkan pernah hingga 75 jutaan jika acaranya 1 minggu penuh. Organisasi mengadakan acara minimal 10 kali selama kepengurusan (1 tahun). Artinya, minimalnya mahasiswa yang aktif akan mendapatkan dana yang berasal dari dana SPP mahasiswa se-UNJA RAYA sebesar 50 juta per tahun. Rugi kan??? 

2. Jika anda mengikuti lomba tingkat Nasional dan ternyata anda lolos seleksi, maka anda akan diberangkatkan ke kampus yang mengadakan acara tersebut dengan dana yang didanai oleh kampus.

Yapp… anda bisa wisata gratis ke luar provinsi di Indonesia. Minimal dana yang diberikan UNJA untuk kepergian adalah 2,5 juta (untuk provinsi terdekat dari Jambi).. Bagi mahasiswa yang pasif, pasti tidak bakal dapat jatah wisata gratis… Naaahhh... Rugi Kan???

3. Kuliah itu paling lama adalah 14 semester (7 tahun)

Yapp.. jika anda hanya fokus mendapatkan ilmu pada jurusan yang sedang anda geluti saat ini, berarti selama 7 tahun anda hanya menghabiskan waktu untuk menguasai 1 ilmu saja, yaitu ilmu di jurusan anda. Sedangkan mahasiswa yang aktif, banyak ilmu yang telah ia dapati. Disamping itu, karakternya juga akan terbentuk. Belum pernah saya melihat aktivis tidak berani berbicara di depan umum. Yapp,, Itu adalah salah satu keuntungannya… Naaaahhhh..... Rugi lagi kan? Rugi lagi kan? Rugi lagi kaaannn???

Oke Pembaca sekalian, tidak ada kata terlambat. Masih ada waktu menjelang menjadi sarjana. Jadilah mahasiswa yang aktif dimana pun itu asalkan dapat meningkatkan nilai diri anda. Sukses atau tidaknya anda tidak dilihat dari berapa IPK anda ketika wisuda, namun seberapa berguna nya anda bagi kehidupan ini…

Semoga terinspirasi. . .
^_^

Komentar

Posting Komentar