Akhir-akhir ini, di kampus saya
sedang heboh-hebohnya online menggunakan
wifi.id. Sebenarnya sih meskipun kita online nggak menggunakan wifi.id alias cuma
menggunakan sinyal wifi aja, kita udah bisa internetan koq. Tapi ternyata, mahasiswa
lebih memilih untuk online menggunakan wifi.id. Nah, mengamati apa yang
terjadi, saya pun tertarik untuk membuat tulisan ini. Karena ini adalah hasil
observasi yang menarik menurut saya. Jadi, yang gak setuju dengan saya, bisa
langsung tekan tombol power laptopnya ya, lalu rasakan sensasinya.. -,-“
Pertanyaan yang muncul pada
awalnya adalah koq bisa ya ada perbedaan antara wifi doang ama wifi.id? Padahal
kan sama-sama digunakan untuk online. Lantas, apakah yang membuatnya berbeda?
Dilatarbelakangi dengan kekepoan
saya pada waktu itu, ternyata setelah ditanya ama orang-orang, diperoleh lah 4 alasan yang membuat wifi doang berbeda
kualitasnya dengan wifi.id. Kira-kira beginilah isi percakapanya:
“Eh, lu udah punya kode untuk wifi.id?”
“Hah, Apaan tu?”
“Untuk online gitu.. Lebih enak
kalo online menggunakan wifi.id”
“Emang apa bedanya ama yang
biasa?”
“Kalo menggunakan wifi biasa, ketika
saya download film biasanya dalam waktu 1 jam cuma dapat 2 film. Tapi kalo
menggunakan wifi.id dalam waktu 1 jam bisa dapat 4 film”
“Trus?”
“Menggunakan wifi.id koneksinya
lebih cepat daripada menggunakan sinyal wifi biasa. Kalo wifi.id kecepatannya
nyampe 1000kb/detik sedangkan wifi biasa cuma bisa 500 kb/detik”
“Truusss???”
“Ya kalo download kan bisa lebih
efisien waktunya. Kalo biasanya download film dalam waktu 1 jam cuma dapat
dikit filmnya, kalo menggunakan wifi.id dalam waktu 1 jam bisa mendapatkan 4
film”
“Apakah itu Cuma untuk download
film aja? Jangan-jangan Cuma untuk download film aja. Gue kan pengen facebookan
dan twitteran juga”
“Ya nggak lah.. sama aja koq
dengan menggunakan wifi biasa. Sama-sama bisa membuka situs lebih dari satu. Kalo
dengan wifi biasa bisa menjelajah 3 situs seperti facebook, twitter, dan
youtube secara bersamaan, ya kalo wifi.id juga gitu. Pokoknya sama deh..”
“Wahh... Gilaa lu.. pantesan lu
punya stok film detective conan banyak banget. Dasar lu.. TRUSSSSS apa lagi kelebihannya
haaaah??
“Cukup itu aja deh kayaknya”
“Oh gitu.. oke deh.. ITU!!!”
“Hah?! Lu Cuma ngomong itu?”
“Emang lu pengen gue bilang WAW gitu?”
“!@#$%^&*~!@“
Nah, begitu lah kira-kira percakapannya
pembaca sekalian. Jangan tiru adegan ini di rumah!!
Pembaca sekalian, setelah saya analisis
dengan menggunakan teknik triangulasi
metode (#ingat revisi skripsi belum kelar -,-“), akhirnya saya mendapatkan
sebuah formula yang menyebabkan benda yang satu dengan benda lainnya berbeda
kualitasnya. Mau tau kan? Beginilah analisis datanya pembaca sekalian..
Menurut buku FISIKA KESUKSESAN,
kualitas diri seseorang adalah kekuatan bagi dirinya. Sedangkan menurut ilmu
fisika, kekuatan rumusnya adalah :
Karena saya memperoleh 4 data,
yaitu m,v, d dan t, maka saya akan menghitung nilai kekuatannya dengan
menggunakan rumus terakhir. Sehingga diperoleh :
Dari data diatas, ternyata
kualitas wifi.id lebih besarnya nilainya daripada wifi biasa. Sehingga, banyak mahasiswa
yang mengatakan bahwa wifi.id lebih berkualitas dari pada wifi biasa.
Dari kisah si wifi di atas, (#kisah?
-,-“) dapat diambil pelajaran bahwa jika kita memiliki massa yang lebih (pengetahuan,
wawasan dan pengalaman yang lebih), terus kita juga bergerak lebih cepat
daripada orang lain ketika melakukan sesuatu, kita juga dapat mengefisiensikan
waktu kita, serta melakukan hal yang lebih jauh daripada orang lain, maka kita
akan dicap oleh orang di sekitar kita sebagai pribadi yang berkualitas. Keren kan?
Nah, Apabila kita sudah dianggap oleh orang lain sebagai pribadi yang berkualitas,
maka bersiaplah nantinya kita akan dijadikan sumber inspirasi bagi orang
lain...
Semoga terinspirasi...
^_^



Komentar
Posting Komentar