Langsung ke konten utama

Cara Membangun Personal Branding di Media Sosial

Mengapa kita mesti melakukan Personal Branding di Era Digital?

Ketika saya diundang untuk berbicara tentang Personal Branding, biasanya saya memulai dengan meminta para peserta untuk membuka handphone, klik icon google, kemudian menyuruh mereka untuk menulis nama lengkapnya di kolom search...


"Perhatikan! Gambar siapa yang muncul? Apakah ada foto anda? Berapa banyak foto anda yang muncul?"

Dan sesuai ekspektasi. Mayoritas peserta tidak menemukan fotonya. Gambar orang lain yang justru bermunculan. Mengapa bisa demikian? Bukankah di era sekarang jika ingin mengetahui identitas seorang tokoh caranya adalah dengan mencari identitasnya di Google atau Youtube? 

Biasanya semakin terkenal dirinya, semakin banyak pula fotonya. Atau, semakin banyak gambar yang berserakan di dunia digital, semakin besar pula peluang wajah kita muncul di Google dan YouTube. Setidak-tidaknya, muncul di Media Sosial seperti Instagram, Facebook, Tiktok, dan sebagainya. Kalo wajah kamu tidak muncul juga, atau sedikit jumlahnya, sepertinya kamu harus memulai aktivitas Digital Personal Branding.

Bagaimana Membangun Personal Branding di Dunia Digital?

Sebelum membahas bagaimana membangun personal branding, kita mesti memahami dulu tahapan-tahapan yang akan dilalui oleh seseorang sehingga brand kita menjadi selalu diingat dan sulit untuk dilupakan.

 
Pembahasan dari gambar diatas adalah sebagai berikut :

Pertama, awalnya PERSONAL BRAND-mu tidak dikenal oleh masyarakat umum. Maka, langkah pertama yang kamu lakukan adalah bagaimana caranya agar orang menyadari keberadaanmu. Jika kamu memanfaatkan media sosial, maka perbanyak postinganmu. Kalo kamu rutin upload konten, maka orang BARU MENYADARI kalo kamu ADA. Itulah langkah pertama. Orang menyadari kalo kamu ada di dunia maya.

Kedua, setelah audience mengetahui keberadaanmu, kamu sudah melewati tangga pertama dan akan menuju ke tangga kedua. Yakni, gimana caranya agar kamu dikenal karena sesuatu yang ada pada dirimu. Khasnya apa. Istilahnya adalah apa POSITIONING mu. Inilah yang nanti akan menjadi pembeda KAMU dengan yang lain. Misalnya, kamu dikenal sebagai fotografer, traveler, guru, public speaker, aktivis, dan lain-lain. Nah, perbanyak postingan yang sifatnya ingin membangun persepsi ke publik tentang kamu.

Ketiga, saat ini kamu akan naik ke tangga berikutnya. Yakni, kamu berupaya agar orang mengingat kembali dirimu. Yang diingat mereka tentunya berdasarkan postingan-postingan kamu sebelumnya yang khusus membahas topik tertentu. 

Misalnya, karena kamu telah memposisikan dirimu sebagai guru FISIKA. Maka, sebelumnya kamu sudah rutin mengupload aktivitasmu yang berkaitan dengan fisika. Nah, karena sudah rutin melakukannya. Maka, orang-orang sudah mulai mengingat bahwa ketika ada konten sejenis, maka orang lain langsung mengingat namamu juga. Bahkan, mungkin mereka akan berkata "Ah.. Ini kan sama kayak postingannya si anu...".

Jika sudah sampai disini, selamat! Kamu sudah masuk tangga ke-3 dan akan masuk tangga ke-4.

Keempat, kamu sudah dikenal orang dengan ciri khas tertentu dan bahkan mereka cukup memahami apa saja kelebihanmu. Di tahapan ini, mereka akan menjadi LOYALIS kamu. Jadi, ketika ada orang sejenis, maka mereka akan tetap setia untuk menjadi pendukungmu. 

Ibarat PEMILU, siapapun calon presidennya, yang penting CALEG-nya akan memilih dari PARTAI bla bla bla... Nah, begitulah loyalis bekerja untukmu.

Baiklah, itulah tahapan-tahapan yang mesti kamu lalui. Bukan berarti setelah sampai di tangga ke-4 kamu nggak ngupload lagi yaa.. Wahhh, kalo begitu kamu bakal turun level lagi dong jadinya. So, kamu harus tetap menjaga suhu agar terus memanas. Ritmenya terus dijaga dengan terus membuat konten di dunia maya. Karena begitulah cara untuk membangun personal branding di era digital. Salam dari saya...

Penulis : Wasril Tanjung

Komentar