Perdebatan
mengenai sistem pemilu menjadi topik yang cukup hangat di jagat
perpolitikan. Sebab, saat ini MK (Mahkamah Konstitusi) sedang membahas
mengenai sistem pemilu yang digugat oleh salah satu kader partai PDIP
(Demas Brian Wicaksono) agar kembali ke sistem pemilu proporsional
tertutup. Alasannya adalah agar anggota parlemen diisi oleh orang-orang
yang lebih kompeten karena dipilih oleh Partai, hemat anggaran kampanye,
dan juga telah sesuai dengan konstitusi yang menyatakan bahwa peserta
pemilihan legislatif (pileg) adalah partai politik (parpol).
Namun,
usulan ini menjadi pro kontra di kalangan partai. Bahkan, 8 partai di
DPR RI dengan tegas menolak kembali ke pemilu sistem proporsional
tertutup. Partai tersebut adalah GOLKAR, GERINDRA, PKB, PKS, NASDEM,
PAN, DEMOKRAT, dan PPP. Hanya PDIP yang mendukung kembali ke sistem
pemilu terbuka.
Menanggapi
hal tersebut, Wasril Tanjung selaku politisi muda PKS menyebutkan bahwa
sistem pemilu dengan proporsional tertutup akan mematikan potensi
hadirnya para legislator dari kalangan pemuda.
"Yang
dekat dengan petinggi partai biasanya kalangan tua dan banyak uangnya.
Sementara pemuda yang pengalamannya di partai politik masih baru, akan
dianggap tak punya kompeten. Sehingga, kecil peluang untuk mendaptkan
nomor urut 1" ucapnya
Selain
itu, Berdasarkan Pasal 245 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang
Pemilihan Umum disebutkan bahwa bakal calon anggota DPRD kabupaten/kota
yang ditetapkan oleh pengurus partai politik peserta pemilu tingkat
kabupaten/kota memuat keterwakilan perempuan paling sedikit 30%. Jika
sistem pemilu dengan proporosional tertutup, maka keterwakilan perempuan
akan semakin meredup.
"Sepertinya
akan sulit perempuan diletakkan di nomor urut 1 jika pemilu menggunakan
sistem proporsional tertutup. Hal ini tentu akan mengurangi peluang
keterwakilan perempuan di parlemen" ucap wasril
Meskipun sempat viral statement dari Denny Indrayana yang mengatakan bahwa ia mendapatkan bocoran bahwa pemilu akan disahkan dengan sistem pemilu proporsional tertutup, namun Wasril tetap optimis bahwa pemilu akan tetap dilaksanakan dengan sistem terbuka.
"Semua partai di fraksi
DPR RI kecuali PDIP menolak sistem pemilu tertutup. Maka, saya yakin
setiap fraksi akan menentang habis-habisan jika MK tiba-tiba memutuskan
kembali ke sistem tertutup. Jadi, kita tunggu saja keputusan finalnya".
.png)
Komentar
Posting Komentar