Sebelum
membahas lebih jauh bagaimana cara agar kita bisa menjadi kutu buku, saya ingin
kita merenungi firman Allah swt dibawah ini yang artinya :
“Tidak
sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak
pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang
agama dan untuk memberi peringatan kepada
kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (Q.s At-Taubah :
122)
Melalui ayat di atas Allah swt telah mengingatkan kepada orang-orang yang
beriman bahwa tidak semestinya kita terjun ke medan perang semuanya. Sebab, ada jalan
lain yang bisa kita lakukan dalam rangka berjihad di jalan Allah swt. Yakni,
memperdalam ilmu pengetahuan. Apa tujuannya? Agar dengan ilmu tersebut kita
bisa memberikan peringatan kepada umat manusia (berdakwah) dan untuk menjaga
diri kita agar lebih bijak dalam menentukan sikap dalam mengarungi kehidupan
ini.
Pembaca
yang dirahmati oleh Allah swt..
Allah
swt pun mengisahkan kepada kita tentang apa yang membuat kita lebih spesial
dibandingkan malaikat dan jin. Kita bisa membaca kisahnya di dalam Q.s
Al-Baqarah ayat 30 s/d 34. Ayat tersebut mengisahkan tentang malaikat yang
seolah-olah keberatan dengan rencana Allah swt yang hendak mengutus manusia ke
muka bumi. Namun, Allah swt mempresentasikan hasil ciptaannya kepada para
malaikat tentang kelebihan yang dimiliki oleh manusia. Nabi Adam as diajarkan oleh
Allah swt nama-nama benda, lalu nabi Adam as dapat menyebutkan kembali dengan
benar. Hal ini karena manusia memiliki otak. Itulah software terbaik yang
dipasang oleh Allah swt kepada manusia sehingga ia menjadi lebih spesial. Permasalahannya,
manusia tidak banyak yang memaksimalkan penggunaan otak.
Otak
akan semakin berkualitas jika selalu diisi dengan berbagai informasi dan selalu
diasah melalui diskusi. Salah satu cara meningkatkan kualitas otak adalah
dengan MEMBACA. Perintah membaca merupakan perintah pertama yang diinstruksikan
oleh Allah swt kepada nabi Muhammad saw melalui wahyunya. Ini berarti ada
banyak keistimewaan bagi pribadi yang senantiasa membaca. Setidaknya ada 8
keistimewaan pribadi pembaca;
- Memiliki ilmu yang lebih banyak
- Menjadi pribadi yang dapat menentukan sikap hidup
- Nalar lebih mudah berkembang karena memiliki informasi yang lebih banyak
- Tata bahasa saat berargumen menjadi lebih berbobot dan ilmiah
- Terkesan lebih intelektual
- Lebih mudah beradaptasi di ruang publik
- Menjadi Pribadi yang Multitalenta
- Berpotensi menjadi seorang penulis
Mau
menjadi pribadi yang memiliki 8 hal di atas?
Membacalah!!
Maka kita akan lebih tinggi derajatnya di hadapan Allah swt. Sebagaimana Allah swt
berfirman yang artinya
“...niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu
dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat...” (Q.s Mujaadilah
: 11)
Namun,
tidak semua manusia yang sangat menikmati aktivitas membaca. Kalo kita melihat para
kutu buku, kita bakal bertanya-tanya koq betah sekali ya dia membaca? Gak bosan
tuh? Gak jenuh tuh? Nah, ada triknya mengapa para kutu buku sangat menikmati
aktivitas membaca. Apa saja triknya? Insya Allah akan saya bahasa di tulisan
berikutnya.
Bersambung...
Berikan aspirasimu melalui
Instagram : @wasriltanjung
Facebook : Wasril Tanjung Al-Ardvici II

Komentar
Posting Komentar