Langsung ke konten utama

Menarik! Inilah Usulan Wasril Tanjung Untuk Pendidikan di Kota Jambi



Dinas pendidikan kota jambi selalu berupaya untuk menghasilkan generasi muda jambi yang berkarakter. Berbagai program telah diterapkan agar mimpi ini dapat terwujud. Apalagi sekarang pemerintah sedang membuka lowongan kerja untuk guru tahfidz. Hal ini bertujuan agar dapat menghasilkan siswa yang tidak sekedar cerdas pengetahuan sains dan matematikanya, tetapi  juga hapalan Al-Qur’annya. Menurut saya ini adalah langkah yang sudah baik. Tetapi, ada hal lain yang harus dilakukan oleh pemerintah agar dapat menghasilkan siswa berkarakter yang dibungkus dengan nilai-nilai islam. Yakni, dengan membuka lowongan untuk guru pembinaan karakter siswa. Tugasnya hanya fokus untuk pembentukan kepribadian. Aktivitasnya bukan didalam kelas, tetapi di musholla sekolah atau di tempat lain yang memungkinkan.

Sebagai contoh, di sekolah islam terpadu Nurul ‘Ilmi Jambi, para guru tugasnya bukan sekedar menjadi pendidik. Tetapi juga membina karakter siswa. Sekolah yang menjadi sekolah rujukan tingkat nasional ini menjadi unggul dan diminati oleh masyarakat adalah karena sistem di sekolah ini lebih menekankan pada pembentukan kepribadian. Sepekan sekali, para siswa dikumpulkan berkelompok-kelompok dan para guru memberikan materi keagamaan dan mengevaluasi aktivitas ibadah mereka per pekan. Lalu, dilakukan tindak lanjut bagi siswa yang ibadahnya masih belum sempurna. Kegiatan ini rutin dilakukan, dan akhirnya terjadi perubahan karakter siswa per pekannya.

Sekolah negeri di kota Jambi sebaiknya dapat meniru sistem yang diterapkan oleh sekolah islam terpadu Nurul ‘Ilmi ini. Jika di Nurul ‘Ilmi seluruh guru lah yang wajib melakukan pembinaan karakter secara khusus, maka di sekolah negeri harus dipersiapkan beberapa guru yang hanya fokus untuk melakukan pembentukan karakter siswa.

Sebenarnya semua guru di sekolah negeri juga bisa. Namun, tidak semua guru suhunya sama. Kecuali jika telah dibina sejak dini seperti yang telah dilakukan oleh SIT Nurul ‘Ilmi Jambi. Dimana seluruh gurunya diwajibkan untuk mengikuti pembinaan kepribadian setiap minggunya dalam bentuk kajian agama. Muatan materi yang disampaikan adalah tentang risalah-risalah pergerakan islam. Sehingga, para guru akan memiliki jiwa juang yang besar untuk beramar ma’ruf nahi mungkar demi membangun peradaban islam. Mereka dibentuk menjadi guru yang bukan sekedar untuk mendapatkan gaji bulanan, tetapi pahala besar dari Allah swt.

Jika saya terpilih menjadi anggota DPRD Kota Jambi, saya akan mengusulkan agar pemerintah membuka lowongan penerimaan guru pembina karakter. Tugasnya hanya fokus untuk membentuk karakter siswa dengan berlandaskan nilai-nilai agama. Apa bedanya dengan guru PAI? Jika guru PAI (Pendidikan Agama Islam) orientasinya lebih kepada memberikan pengetahuan umum tentang agama kepada siswa sesuai dengan SK & KD yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sementara guru pembina karakter orientasinya adalah untuk membiasakan siswa dalam menjalankan nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Guru PAI tidak punya waktu yang cukup untuk melakukannya. Karena mereka fokus untuk mengejar target bahwa materi pembelajaran harus selesai semuanya. Sementara guru pembina karakter targetnya adalah pembiasaan siswa pada nilai-nilai islam. Siswa yang telah terbiasa, maka akan naik tingkat pada level berikutnya. Dan seterusnya.

Sebagai contoh, guru pembina karakter tugasnya mengevaluasi aktivitas siswa dalam sholat berjamaah, puasa sunnah, tahajjud, membaca Al-Qur’an, dan sebagainya. Tugasnya lebih banyak pada teknis di lapangan. Sebab, sejauh pengamatan saya, selama ini guru-guru di sekolah negeri hampir tidak pernah mengevaluasi aktivitas ibadah wajib dan sunnah siswa selama di rumah. Sementara di Nurul ‘Ilmi, para gurunya setiap hari mengevaluasi aktivitas ibadah siswa. Mereka yang tidak sesuai target yang telah ditetapkan, akan diberikan sanksi berupa membaca Al-Qur’an atau menghapal Al-Qur’an beberapa ayat. Itulah mengapa siswa-siswi Nurul ‘Ilmi mayoritasnya sudah terbiasa dengan sholat berjamaah, puasa sunnah, tahajjud, dan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Karena setiap hari mereka dievaluasi oleh gurunya.

Sekali lagi saya tekankan bahwa pengetahuan tidak sama dengan pembiasaan. Jambi membutuhkan guru yang dapat mewujudkan siswa yang terbiasa dengan nilai-nilai karakter islam. Bukan sekedar menambah pengetahuannya saja. Banyak siswa yang sudah tahu, tetapi belum terbiasa melaksanakannya. Disinilah letak kesalahannya. Dan ini harus diubah. Maka, yang dapat melakukan ini bukanlah guru biasa. Tetapi guru yang berjiwa murobbi atau guru khusus yang tugasnya hanya membina karakter. Mengenai teknis detailnya akan saya jelaskan kepada dinas yang terkait ketika saya sudah memiliki hak untuk mengusulkan kepada pemerintah. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita satukan tekad untuk mewujudkannya. 

Di atas adalah salah satu usulan saya. Akan ada lagi usulan lainnya terkait pendidikan. Insya Allah akan saya tulis di lain waktu. Bagi yang berdomisili di kecamatan Alam Barajo, di Tahun 2019 nanti pilih saya Wasril Tanjung, S.Pd caleg nomor urut 3 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai anggota DPRD Kota Jambi.  Pantau aktivitas saya di media sosial instagram (@wasriltanjung) dan facebook (Wasril Tanjung). Silahkan berikan masukan kepada saya agar impian ini dapat kita wujudkan bersama. Islam harus berjaya di negeri ini. Jangan sampai generasi muda kita jauh dari nilai-nilai agama. Karena nanti dikhawatirkan merekalah yang justru nanti akan memusuhinya agamanya sendiri. Na'udzubillahi min dzalik...

Komentar