Langsung ke konten utama

Belajar Fisika via Instagram | Oleh : Wasril Tanjung, S.Pd




Konsep dasar dari inovasi yang penulis terapkan ini adalah berupa metode pemberian reward kepada siswa yang berhasil mengerjakan tugas yang diberikan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Ide ini diterapkan dilatarbelakangi oleh kurangnya minat siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, minimnya siswa yang mau berpartisipasi untuk menjawab soal yang diberikan oleh guru pada kegiatan pembelajaran berlangsung. Sehingga, kegiatan pembelajaran terkesan kurang efektif. Maka perlu adanya metode untuk menciptakan suasana kompetitif di kelas agar siswa termotivasi untuk menjawab soal yang diberikan.

Biasanya guru menjanjikan kepada siswa akan memberikan reward berupa pemberian tambahan nilai bagi siswa yang bisa mengerjakan soal yang diberikan guru. Ternyata hal tersebut tidak lagi membuat siswa tertantang untuk mengerjakan soal. Siswa yang antusias untuk menjawab soal yang diberikan pun pada umumnya hanyalah siswa yang notabenenya cerdas. Maka untuk memotivasi seluruh siswa agar dapat berpatisipasi aktif pada kegiatan pembelajaran, penulis menginovasikan pemberian reward kepada siswa yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan media sosial Instagram.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Randolf A. Manampiring (2015) yang diterbitkan dalam e-journal “Acta Diurna” tentang peranan media sosial instagram dalam interaksi antar siswa SMA Negeri 1 Manado yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya menyebutkan bahwa media sosial instagram adalah salah satu media sosial yang paling digandrungi oleh para siswa saat ini. Akun instagram yang memiliki follower banyak disukai oleh kalangan siswa, sehingga siswa yang memilikinya akan bangga atas hal tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis menginovasikan hasil penelitian tersebut berupa pemberian reward kepada siswa yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan pemberian “like” atau mem-follow akun Instagram siswa.


Selain pemberian reward berupa “like” dan “follow”, penulis juga memanfaatkan Instagram sebagai sarana untuk berbagi informasi tambahan kepada siswa tentang materi pembelajaran. Selain itu, penulis juga mempublikasikan hasil presentasi siswa mengenai materi pembelajaran yang dibahas pada hari itu di Instagram. Sehingga, siswa dapat memperlihatkan rekaman presentasi yang telah dilakukannya di sekolah kepada orangtuanya di rumah. Siswa pun dengan bangga menunjukkan kepada orangtuanya bahwa gurunya telah mengupload hasil presentasi yang telah dilakukannya.

         Selain itu, penulis juga memberikan ruang kepada siswa untuk dapat memanfaatkan Instagram sebagai sarana siswa berdiskusi dengan guru mengenai materi yang telah diajarkan di kelas. Hal ini tentunya dapat mempermudah siswa untuk menyelesaikan tugas rumah yang diberikan oleh guru. Karena siswa dapat bertanya langsung dengan guru apabila ada persoalan yang tidak dimengerti.

Memanfaatkan Instagram dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu upaya guru untuk memberikan ruang belajar yang menyenangkan kepada siswa. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar fisika. Karena berdasarkan teori yang dipaparkan di bab sebelumnya, apabila siswa telah termotivasi untuk belajar, maka hasil belajar siswa pun akan meningkat.

Komentar