Sinopsis Buku Fisika Kesuksesan (Karya Wasril Tanjung)
Penulis : Demiati
Inspirasi dan ide baru telah saya
dapatkan pada judul buku ini. Bahwasanya konsep ilmu yang telah didapat di bangku
sekolah/kuliah bukan hanya untuk diaplikasikan di bidang akademik semata, dan
kesulitan sebuah problem bukan untuk kita permasalahkan, tapi permudahkan dan
jadikan solusi. Selain itu buku ini juga dilengkapi firman Allah, sehingga
isinya terbukti.
Terimakasih saya ucapkan pada ananda
pengukir tinta di buku ini. “pribadi yang
menginspirasi adalah pribadi yang berkualitas”. Sebuah kalimat yang
terasingkan pada halaman 16 buku ini. Kalimat yang merupakan inspirasi pembuka,
inspirasi awal dan sekaligus inti atau tujuan dari keseluruhan isi buku fisika
kesuksesan itu sendiri. Banyak manfaat, banyak nasihat dan banyak makna yang
saya terima dari buku ini, namun tak semua yang saya tangkap dapat
direalisasikan. Mengapa? karena perlu adanya pembiasaan.
Untuk menjadi pribadi yang berkualitas
tentu harus punya kualitas yang lebih pula. Baik dari segi potensi, usaha, dan
kekuatan. Bukan hanya itu! Untuk mencapai hal lebih dari orang lain maka perlu
adanya kecepatan. Kecepatan dalam segala hal. Banyak mimpi yang saya inginkan
namun sedikit sekali usaha yang saya lakukan. Buku ini sebagai alarm pengingat
kembali untuk saya, dari rumus fisika sederhana (P= W/t) didapatlah motivasi
yang bermakna. Yakni, semakin besar usaha yang kita lakukan maka semakin besar
pula hasil yang akan kita dapatkan. Dan jika kita ingin melakukan usaha yang
lebih besar maka tindakan yang dilakukan harus besar pula. Itulah pengetahuan
dan manfaat yang saya peroleh dari buku
ini.
Hidup itu harus memberi sebanyak-banyaknya,
bukan kebalikannya. Dari ungkapan ini saya peroleh sebuah kesimpulan bahwa
hiduplah sebagai manusia pemberi manfaat dan berkaryalah sebanyak-banyaknya
hingga karyamu melekat pada hati orang yang menikmatinya.
Sebelum kita memberikan tumpukan
kebaikan pada orang lain, terlebih dahulu carilah dan timpakan kebaikan pada
diri kita sendiri. Kebaikan itu bukan hanya kebaikan biasa namun dapatkan dan
berikan kebaikan yang berkualitas. Itulah bagian kecil dari langkah untuk
menjadi pribadi yang berkualitas. Bukan hanya itu, orang yang ingin menjadi
pribadi berkualitas harus punya banyak informasi yang menimbulkan wawasan. Baik
itu dengan cara membaca, menulis, menonton, searching, bertanya, dll. Biasakan
membaca everyday.
Surah yang Allah turunkan pertama kali
adalah perintah membaca yakni pada ayat 1 surah Al-Alaq. Membaca menjadikan seseorang
lebih menonjol dan kreatif daripada orang di sekitarnya. Intinya jadilah kutu
buku yang berkualitas.
Ali bin Abi Thalib menyebutkan bahwa
“ikatlah ilmu dengan tulisan”. Makna kalimat ini banyak, bahwa informasi yang
kita dapatkan belum tentu dapat tersimpan lama. Karena musuh terbesar ilmu itu
adalah lupa, maka hindari lupa dengan menulis.
Selanjutnya bertanya. Bertanya adalah
salah satu cara untuk mendapatkan informasi dengan mudah. Bertanyalah pada orang yang
berpengalaman. Tanyakan semua hal yang positif pada orang tersebut. Di dalam
buku ini tertulis ”pelajari semua yang ingin kau pelajari”. Kalimat ini bisa
direalisasikan lewat internet atau google. Dengan teknologi yang modern, tak
perlu khawatir bagi mereka penggila informasi. Karena hanya dengan kata kunci,
kalimat yang ingin kita pelajari maka dalam rentang detik, informasi akan
muncul. Lalu lakukan apa yang ingin kita lakukan sekali itu masih sesuai arah
yang ingin kita capai.
Selanjutnya adalah kompetisi. Kadang
semua orang takut untuk ikut berpartisiasi dalam suatu kompetisi. Begitupun dengan
saya sendiri. Tak ada keberanian dalam diri untuk menampilkan apa yang kita
bisa di hadapan semua orang. Dan tak ada kepercayaan akan kemampuan diri
sendiri. Itulah yang menjadi penyebab sesorang gagal. Iya kan?. Nah, buku ini
mengatakan bahwa kau akan mendapatkan ide baru gara-gara terinspirasi dengan
kegiatan sebelmnya. Yang dapat saya tangkap disini, bahwasanya kompetisi itu
tak boleh terlewatkan. Yang perlu dilakukan adalah mengambil kesempatan, persiapkan
diri dan tampilkan dengan percaya diri. Walaupun tak memperoleh kemenangan
setidaknya kau memiliki pengalaman. Dari pengalaman tersebut kau jadikan
pelajaran, sehingga dapat menimbulkan imajinasi dan ide baru yang membuatmu
bergairah akan hal bersaing.
Mengembangkan potensi pada diri
ternyata adalah salah satu hal yang terpenting untuk mencapai sebuah kemenangan
dan kesuksean. Melalui buku ini penulis mencontohkan ketika kita ingin menjadi
seorang penulis maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan seraya mengembangkan
potensi. Yaitu, perbanyak membaca untuk menambah wawasan, mengumpulkan
literatur sebagai penguat dari tulisan, perbanyak bertanya pada orang yang
bergelimang pengalaman, dan terakhir biasakan menulis sehingga hal itu menjadi
asupan diri. 4 hal tersebut telah saya konsepkan dan sebagai penunjang berkarya.
Walaupun belum menjadi orang yang inspirasi dan masih seperti seekor semut yang
merayap di dinding.
Next subbab is jarak. Semakin besar
jarak tempuh yang seseorang lalui, maka makin banyak yang ia dapatkan pada
kesuksesannya. Lalu soal time (waktu).
Pada buku ini, penulis menyampaikan bahwa semakin efisien waktu yang kita
gunakan maka semakin cepatlah kita menjadi orang yang berkualitas. Ada 2 jenis
orang sibuk ternyata. Yakni sibuk mencapai tujuan dan sibuk mengisi waktu. Lalu
mana diantara keduanya yang lebih baik? Tentu saja seseorang yang sibuk
mencapai tujuannya karena mereka selalu memanfatkan waktu pada hal yang
positif.
Pembahasan ini membuat saya sadar
bahwasanya sebagian waktu yang saya gunakan selama ini hanya untuk mengisi
waktu namun tak tentu apa tujuannya. Waktu yang eharusnya digunakaan untuk
berkarya hampir sebagian termakan oleh kesenangan sementara. Di dalam buku ini
juga disebutkan bahwasanya muslim yang padat karya selalu berprinsip waktu
tidak mengatur mereka, tapi merekalah yang mengendalikan waktu.
Wahh this is
sugoi....
Ketika seseorang dapat mengendalikan
waktunya atau waktu dalam genggamannya lalu ia
gunakan untuk segala hal yang
positif, tentu saja tak mustahil mereka akan menjadi orang yang berkualitas dan
padat karya. Berkaryalah sebanyak-banyaknya selagi masih muda. Pada subbab ini
disebutkan untuk menjadi produktif maka kita harus targetkan 5 kegiatan positif
setiap hari yang bersifat produktif. Seperti, membaca, menulis, meneliti, bertanya
dan menjelajah. Ilmu ini juga telah saya tiru, tapi terkadang tak semua
kegiatan yang saya tulis dapat terlaksana. Why?
Selanjutnya adalah kecepatan dan
percepatan dua hal yang berbeda makna. Namun sama pentingnya. Kecepatan adalah
semakin jauh kita bergerak dengan waktu yang kecil berarti gerakan kita semakin
cepat. Lalu percepatan adalah perubahan kecepatan. Jadi apa pelajaran yang
dapat diambil dari konsep ini? tentu saja kita harus menambah kecepatan dalam
segala hal termasuk langkah untuk menggapai tujuan dan mimpi yang telah kita
ukir.
Subbab selanjutnya adalah Gaya. Yang
mana gaya adalah action. Pada subbab ini ada dibahas tentang ketakutan. Memang
ketakutan adalah hal yang mengerikan, tapi sebenarnya tidak. Ketakutan hanya
menjadi penghalang bagi mereka yang ingin menjulang. Satu-satunya cara agar
menjadi berani adalah tidak menjadi penakut. Kehidupan berkembang menurut
keberanian. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwasanya hadapilah ketakutan dengan
sebuah keberanian!
Pada hakikatnya segala hal yang kita
lakukan adalah agar kita menjadi seorang yang kompeten. Nah, pada subbab ini
dituliskan 3 tipe orang yang kompeten yaitu :
- Mereka yang dapat melihat apa yang harus terjadi
- Mereka yang dapat membuatnya terjadi
- Mereka yang dapat membuat segalanya terjadi secara maksimal
Kalimat menarik dari conrad hilton melalui buku ini adalah “orang-orang yang sukses itu terus bergerak. Mereka
membuat berbagai macam keliruan, namun mereka tidak menyerah”. Jadi yang dapat
saya ambil ilmunya adalah jangan pandang dulu kesalahan yang kita lakukan,
namun action terlebih dahulu kita akan mengetahui lebih banyak.
Selanjutnya adalah usaha. Hal terpenting untuk menggapai suatu
tujuan adalah berusahalah melebihi nilai rata rata. Itulah yang tertulis pada
buku ini. Semakin banyak usaha yang kita lakukan maka semakin banyak pula
pengalaman dan wawasan yang kita dapatkan. Besar usaha yang kita lakukan
berpengaruh pada nilai jual yang kita peroleh.
Seiring usaha perlu adanya kekuatan. Karena kualitas kita adalah
kekuatan kita. Kalimat penutup sebelum bab penutup buku ini adalah “ sibukkan
diri dalam segala hal yang berdampak baik untuk diri sendiri dan orang yang
dicintai. Dan kurangi pemikiran khawatir yang berlebihan karena hal tersebut. Hanya
akan menghambat diri menuju teraihnya mimpi”.
Terakhir, penutup dari saya sebagai pembaca buku ini adalah ucapan
terimakasih kepada ananda pengukir tinta pada buku ini. Pemikiran yang kreatif
bersatu dalam diri dan kualitas yang hebat membuatnya bermanfaat bagi orang
lain.
Penulis : Demiati

Komentar
Posting Komentar