Langsung ke konten utama

Agar Kamu Menjadi Penulis yang Produktif | Oleh : Wasril Tanjung, S.Pd






Apa yang kamu harapkan tergantung pada niat di awal perbuatan. Sebab, segala perbuatan tergantung pada niatnya. Niatlah yang membedakan antara ibadah dengan kebiasaan. Niat juga lah yang membedakan antara ibadah yang satu dengan ibadah yang lain. Jadi, silahkan tanya pada dirimu, emangnya kamu menulis niatnya untuk apa?


Mas bro, tau gak? Kenapa Rasulullah begitu gigihnya berdakwah meskipun beliau seringkali mendapat cacian, celaan dan cemoohan dari orang kafir Quraisy?

Mengapa Abu Bakar Ash-Siddiq begitu beraninya menyedekahkan seluruh harta yang dimilikinya ketika Rasulullah memintanya untuk bersedekah? 

Mengapa Abdurrahman bin Auf yang merupakan pengusaha yang kaya raya rela meninggalkan seluruh harta yang dimilikinya di Mekkah ketika turun perintah Allah swt untuk berhijrah?

Mengapa Nabi Musa a.s berani menentang raja Fir’aun yang pada waktu itu paling ditakuti oleh rakyatnya? 

Mengapa Nabi Ibrahim a.s berani menghancurkan berhala-berhala yang selama ini disembah oleh para penduduk desanya? 

Mengapa Muhammad Al-Fatih berani melakukan ekspansi penyerangan ke ibukota Romawi Timur yang merupakan kota paling kuat di dunia pada masa itu?

Jawabannya adalah karena yang mereka inginkan atas apa yang mereka lakukan adalah keridhoan dan pahala dari Allah SWT.

Nah, kamu menulis buku tujuannya untuk apa? 

Memang, saat kamu berhasil menelurkan sebuah buku, maka kamu akan terkenal. Pasti bakal banyak desas-desus berita tentang kalo kamu udah berhasil menulis sebuah buku. Baik itu di kalangan teman-temanmu, keluargamu, maupun adik tingkatmu saat sekolah atau kuliah. Pasti tuh! Sebab, seseorang yang berhasil menjadi penulis akan dianggap keren..

Buktinya, nggak ada kan orang yang berhasil menulis buku lalu ia dianggap sebagai orang yang gagal? Malahan ia dianggap sebagai orang keren dan orang sukses. Perkara bukunya laku apa belum, itu nggak mereka pikirkan. Hehehe... ^,^ Makanya, yuk! Jadi penulis buku. 

Tapi pembaca sekalian, popularitas bukanlah tujuan utama seorang penulis. Kalaulah popularitas sebagai tujuannya, maka ketika ia tidak dikenal oleh orang lain, ia bakal marah-marah dan memutuskan untuk nggak menulis lagi. Suram banget.. -,-“

Selain itu, jika seandainya popularitas lah tujuan dari seorang penulis, maka di saat ia telah terkenal, ia akan berhenti berkarya. Ia tidak akan menelurkan buku lagi. Sebab tujuannya sudah tercapai, yakni terkenal. Nah, agar kamu selalu bertanggung jawab untuk menulis, maka niatkan menulis itu untuk mendapatkan pahala dari Allah swt. Niatkan kita menulis itu tujuannya untuk beribadah, yakni ingin menyampaikan ilmu. Karena menyampaikan ilmu itu nilainya ibadah. Ketika kita niatkan menulis untuk mendapatkan pahala, maka kita akan memiliki alasan yang besar mengapa kita harus selalu menulis.

Wasril Tanjung, S.Pd
Penulis Buku "How to WRITEBOOK"

Komentar