Apa yang kamu harapkan tergantung
pada niat di awal perbuatan. Sebab, segala perbuatan tergantung pada niatnya.
Niatlah yang membedakan antara ibadah dengan kebiasaan. Niat juga lah yang
membedakan antara ibadah yang satu dengan ibadah yang lain. Jadi, silahkan
tanya pada dirimu, emangnya kamu menulis niatnya untuk apa?
Mas
bro, tau gak? Kenapa Rasulullah begitu gigihnya berdakwah meskipun beliau
seringkali mendapat cacian, celaan dan cemoohan dari orang kafir Quraisy?
Mengapa
Abu Bakar Ash-Siddiq begitu beraninya menyedekahkan seluruh harta yang
dimilikinya ketika Rasulullah memintanya untuk bersedekah?
Mengapa
Abdurrahman bin Auf yang merupakan pengusaha yang kaya raya rela meninggalkan
seluruh harta yang dimilikinya di Mekkah ketika turun perintah Allah swt untuk berhijrah?
Mengapa
Nabi Musa a.s berani menentang raja Fir’aun yang pada waktu itu paling ditakuti
oleh rakyatnya?
Mengapa
Nabi Ibrahim a.s berani menghancurkan berhala-berhala yang selama ini disembah
oleh para penduduk desanya?
Mengapa
Muhammad Al-Fatih berani melakukan ekspansi penyerangan ke ibukota Romawi Timur
yang merupakan kota paling kuat di dunia pada masa itu?
Jawabannya
adalah karena yang mereka inginkan atas apa yang mereka lakukan adalah
keridhoan dan pahala dari Allah SWT.
Nah, kamu menulis buku tujuannya untuk
apa?
Memang,
saat kamu berhasil menelurkan sebuah buku, maka kamu akan terkenal. Pasti bakal
banyak desas-desus berita tentang kalo kamu udah berhasil menulis sebuah buku.
Baik itu di kalangan teman-temanmu, keluargamu, maupun adik tingkatmu saat
sekolah atau kuliah. Pasti tuh! Sebab, seseorang yang berhasil menjadi penulis
akan dianggap keren..
Buktinya,
nggak ada kan orang yang berhasil menulis buku lalu ia dianggap sebagai orang
yang gagal? Malahan ia dianggap sebagai orang keren dan orang sukses. Perkara
bukunya laku apa belum, itu nggak mereka pikirkan. Hehehe... ^,^ Makanya, yuk!
Jadi penulis buku.
Tapi
pembaca sekalian, popularitas bukanlah tujuan utama seorang penulis. Kalaulah
popularitas sebagai tujuannya, maka ketika ia tidak dikenal oleh orang lain, ia
bakal marah-marah dan memutuskan untuk nggak menulis lagi. Suram banget.. -,-“
Selain
itu, jika seandainya popularitas lah tujuan dari seorang penulis, maka di saat
ia telah terkenal, ia akan berhenti berkarya. Ia tidak akan menelurkan buku
lagi. Sebab tujuannya sudah tercapai, yakni terkenal. Nah, agar kamu selalu bertanggung jawab untuk menulis, maka niatkan menulis itu untuk mendapatkan pahala dari Allah swt. Niatkan kita menulis itu tujuannya untuk beribadah, yakni ingin menyampaikan ilmu. Karena menyampaikan ilmu itu nilainya ibadah. Ketika kita niatkan menulis untuk mendapatkan pahala, maka kita akan memiliki alasan yang besar mengapa kita harus selalu menulis.
Wasril Tanjung, S.Pd
Penulis Buku "How to WRITEBOOK"
Penulis Buku "How to WRITEBOOK"

Komentar
Posting Komentar